Rabu, 09 Mei 2012

Sejarah Ilmu Nahwu (episode3)

Bangsa arab merupakan bangsa yang memilki nilai sastra yang tinggi. Di zaman arab kuno setiap tahunnya diadakan pasar seni dimana mereka berkumbul dan membanggakan syair-syair yang ada diantara mereka. Salah satu pasar seni yang terkenal adalah ‘Ukadz yang diadakan pada bulan Syawal. Awalnya bahasa arab amat terjaga sampai islam menyebar luas ke negeri-negeri ‘ajam (bukan arab). Dari sinilah mulai timbul kesalahan dalam melafadzkan bahasa arab. Penyebab utamanya adalah adanya percampuran antara bahasa arab dengan 'ajam. Kekeliruan ini sangat berbahaya karena bisa merusak makna ayat Al Quran. Sehingga Akhirnya kaidah-kaidah bahasa arab disusun dan diberi nama nahwu. Para ulama hampir bersepakat bahwa penyusun ilmu nahwu pertama adalah Abul Aswad Ad Dualy (67 H) atas perintah dari Khalifah ‘Ali Rhadiyallahu ‘anhu. أبو الأسود الدؤلي Ilmu nahwu berkembang menjadi empat fase: Fase Pertama Fase Kemunculan. Pertama kali muncul di bashrah yang dimulai dari zaman Abul Aswad Ad Dualy sampai zaman Khalil bin Ahmad. Fase ini kurang lebih 100 tahun lamanya. Fase Kedua Fase perkembangan.Ilmu nahwu berkembang di bashrah dan juga di kufah. Pada zamannya tiga ulama berikut: الخليل بن أحمد البصري، وأبي جعفرالرؤاسي، وابن السكيت الكوفي Fase Ketiga Fasa Penyempurnaan. Terjadi mulai zaman المازني البصري، وابن السكيت الكوفي Sampai zaman المبرد البصري، وثعلب الكوفي Fase keempat Fase Tarjih yaitu pada fase baghdady.Mengambil pendapat yang terkuat.Mengambil jalan tengah antara bahsrah dan kufah. Jikakita mempelajari ilmu nahwu, pasti akan mendapat bahwa terjadipertentangan antara ulama nahwu dan bashrah. Pertentanagn ini ternyataadalah imbas dari pertentengan politik yang terjadi pada masa itu. Diantaranya: 1. Yaitu masa dimana terjadi perang jamal dimana Khalifah ‘AliRadhiyallahu ‘anhu mendirikan benteng di kufah. Sedangkan ‘AisyahRadhiyallahu ‘anha menjadikan bashrah sebagai tempat untuktentara-tentaranya. 2. Dinasti bani umayyah lebih mengutamakan bashrah sebagai kotapemerintahan mereka sedangkan dinasti bani ‘abbasiyah lebih mengutamakankufah. Ada perbedaan mendasar antra ilmu nahwunya bashrah dan kufah. Perbedaan yang dimaksud adalah: Bashrah: - Diambil dari arab asli yang tidak tercampur dengan ‘ajam. - merupakan qiyas dari apa yang didengar dari bangsa arab asli Kufah: - Diambil dari segala narasumber meskipun bagian dari bait-bait syair. - meniadakan penelitian dari mana perkataan diambil Makanya akan kita dapati kaidah nahwu yang berasal dari ulama bashrah lebih ketat dibanding dari ulama kufah. Selesai! Alhamdulillah.. Dari http://arabik.multiply.com/journal/item/2?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar